Thursday, 16 April 2015

STRATEGI DAN TEKNIK PENGAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK (ISTIMA')


STRATEGI DAN TEKNIK
 PENGAJARAN KETERAMPILAN MENYIMAK (ISTIMA’)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Strategi Pembelajaran Bahasa Aab
Dosen pengampu: Zukhaira dan  Nailur Rahmawati

Disusun oleh   :
Endah Rahmawati                  (2303413001)
Asaro Aprilianti                      (2303413033)
Nur Hasanati Khoiriyatun       (2303413019)



            PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2015



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ 1
DAFTAR ISI........................................................................................................ 2
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 3
A.    Latar Belakang.......................................................................................... 3
B.     Rumusan Masalah..................................................................................... 4
C.     Tujuan Penulisan....................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................... 5
A.    Pengertian Menyimak................................................................................ 5
B.     Tujuan Menyimak...................................................................................... 5
C.     Teknik Pembelajaran Keterampilan Menyimak......................................... 7
D.    Strategi Pembelajaran Keterampilan Menyimak....................................... 11
E.     Contoh Permainan Keterampilan Menyimak............................................ 12
BAB III PENUTUP............................................................................................. 16
A.    Simpulan.................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 17



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
                 Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan mannusia karena bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa, seseorang dapat menyampaikan ide, pikiran, perasan, atau informassi kepada orang lain, baik secara lisan maupun lisan. Bahasa dipergunakan pada sebagian besar aktifitas manusia, tanpa bahasa manusia tidak dapat mengungkapkan perasaannya, menyampaikan keinginan, memberikan saran dan pendapat, bahkan sampai tingkat pemikiran seseorang yang berkaitan dengan bahasa. Semakin tinggi tingkat penguasaan bahasa seseorang, semakin baik pula penggunaan bahasa dalam berkomunikasi. Manusia dalam mengungkapkan bahasanya pun berbeda-beda, ada yang lebih suka langsung membicarakannya dan ada juga yang lebih suka melalui tulisan.
                 Segala aktivitas manusia yang diungkapkan dengan berbagai cara itu mengandung suatu makna dan tujuan. Begitu juga bahasa yang dituangkan kedalam bentuk lisan merupkan curahan ide, perasan, pendapat yang dirangkai melalui kata-kata, untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi secara lisan dapat diungkapkan dengan bebagai metode dan teknik-teknik.
                 Penggunaan berbagai teknik dan metode yang inovatif dalam pembelajaran khususnya pembelajaran keterampilan menyimak dapat menciptaan situasi pembelajaran yang kondusif. Peserta didik dalam kaitan ini ikut terlibat secara langsung dalam menyerap informasi dan menyatakan kembali hasil rekaman informasi yang diperolehnya sesuai dengan kemampuan individu peserta didik. Oleh karena itu, melalui makalah ini akan dijelaskan mengenai strategi dan teknik pengajaran keterampilan mendengar (istima’).


B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian menyimak?
2.      Apa tujuan menyimak?
3.      Bagaimana teknik pembelajaran keterampilan menyimak?
4.      Bagaimana strategi keterampilan pembelajaran menyimak?
5.      Apa contoh permainan keterampilan menyimak?
C.     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian menyimak
2.      Mengetahui tujuan menyimak
3.      Mengetahui teknik pembelajaran keterampilan menyimak
4.      Mengetahui strategi keterampilan pembelajaran menyimak
5.      Mengetahui contoh permainan keterampilan menyimak


6.       
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian menyimak
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menyimak adalah mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yg diucapkan atau dibaca orang. Sedangkan menurut Mujib (2012) menyimak (Istima’) adalah proses menerima sekumpulan bunyi kosakata atau kalimat yang memiliki makna terkait dengan kata sebelumnya dalam topik tertentu.

B.     Tujuan menyimak
            Tujuan menyimak dapat dibedakan menjadi dua aspek yaitu persepsi dan resepsi. Persepsi adalah ciri kognitif dari proses mendengarkan yang didasarkan pada pemahaman pengetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan. Resepsi adalah pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki pembicara. (Iskandarwassid, 2013)
            Tujuan pembelajaran menyimak dibagi menjadi dua yaitu menyimak umum dan menyimak kritis (Iskandarwassid, 2013)
a)      Menyimak umum
1.      Mengingat rincian-rincian penting secara tepat mengenai ilmu pengetahuan khusus.
2.      Mengingat urutan-urutan sederhana atau kata-kata dan gagasan.
3.      Mengikuti pengarahan-pengarahan lisan.
4.      Memparafrase suatu pesan lisan sebagai suatu pemahaman melalui penerjemahan.
5.      Mengikuti suatu urutan (a) pengembangan plot, (b) pengembangan watak/pelaku cerita, dan (c) argumentasi pembicara.
6.      Memahami makna denotatif kata-kata.
7.      Memahami makna konotatif kata-kata.
8.      Memahami makna kata-kata melalui konteks percakapan (pemahaman melalui perjemahan dan penafsiran).
9.      Mendengarkan untuk mencatat rincian-rincian penting.
10.  Mendengarkan untuk mencatat gagasan utama.
11.  Menjawab dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan.
12.  Mengidentifikasi gagasan utama dan meringkas dalam pengertian mengombinasikan dan mensintesiskan tentang siapa,apa, kapan, di mana dan mengapa.
13.  Memahami hubungan antara gagasan dan organisasi yang cukup baik untuk menentukan apa yang bisa terjadi berikutnya.
14.  Menghubungkan materi yang diucapkan secara lisan dengan pengalaman sebelumnya.
15.  Mendengar untuk alasan kesenangan dan respons emosional.

b)      Menyimak secara kritis
1.      Membedakan fakta dari khayalan menurut kriteria tertentu.
2.      Menentukan validitas dan ketepatan gagasan utama, argumen-argumen, dan hipotesis.
3.      Membedakan pertanyaan-pertanyaan yang didukung dengan bukti-bukti yang tepat dari opini dan penilaian serta mengevaluasinya.
4.      Memeriksa, membandingkan, dan mengkontraskan gagasan dan menyimpulkan pembicaraan, misalnya mengenaiketetapan dan kessuaian suatu deskripsi.
5.      Mengevaluasi kesalahan-kesalahan, seperti analogi yang salah dan gagal dalam menyajikan contoh.
6.      Mengenal dan menentukan pengaruh-pengaruh berbagai alat yang dipakai oleh pembicara untuk mempengaruhi pendengar, misalnya musik, intonasi suara.
7.      Melacak dan mengevaluasi bias dan prasangka buruk dari pembicara atau dari suatu sudut pandang tertentu.
8.      Mengevaluasi kualifikasi pembicara
9.      Merencanakan evaluasi dan mencoba menerapkan suatu situasi yang baru.

C.    Teknik pembelajaran menyimak (istima’)
            Secara umum tujuan latihan menyimak adalah agar siswa dapat memahami ujaran dalam bahasa Arab, baik sehari-hari maupun bahasa yang digunakan dalam forum resmi. Menurut Effendy (2012) ada beberapa tahap-tahap latihan menyimak yaitu:
1)      Latihan pengenalan (identifikasi)
                        Kemahiran menyimak (istima’) pada tahap pertama bertujuan agar siswa dapat mengidentifikasi bunyi-bunyi bahasa Arab secara tepat. Latihan pengenalan ini sangat penting karena sistem tata bunyu bahasa Arab banyak berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang dikenal oleh siswa. Satu keuntungan bagi guru bahasa Arab bahwa umumnya anak-anak Indonesia khususnya yang muslim telah mengenal bunyi-bunyi bahasa Arab sejak masa kanak-kanak, dengan adanya pelajaran membaca Al-Qur’an dan shalat. Namun ini tidak mengurangi pentingnya latihan tersebut, karena ternyata pengenalan mereka itu belum tuntas. Ada bunyi bahasa Arab yang sama dengan bunyi bahasa pelajar, ada yang mirip dan ada yang sama sekali berbeda sehingga tidak dikenal (asing).
                        Latihan mengenal (identifikasi) ini bisa berupa latihan mendengar untuk membedakan dengan teknik mengontraskan pasangan-pasangan ucapan yang hampir sama. Misalnya:
Guru mengucapkan atau memutarkan rekaman, siswa diminta menebak, apakah yang didengarnya itu bunyi A atau B. Contoh:
                        A : أليم
                        B  : عليم
Guru/Rekaman                                                            siswa
                        أليم                                                                       A
                        عليم                                                                      B
                        عليم                                                                      B
                        أليم                                                                       A
2)      Latihan mendengarkan dan menirukan
                        Walaupun latihan-latihan menyimak bertujuan melatih pendengaran, tapi dalam praktik selalu diikuti dengan latihan pengucapan dan pemahaman, bahkan yang disebut terakhir inilah yang menjadi tujuan akhir dari latihan menyimak. Jadi setelah siswa mengenal bunyi-bunyi bahasa Arab melalui ujaran-ujaran yang didengarnya, ia kemudian dilatih untuk mengucapkan dan memahami makna yang dikandung oleh ujaran tersebut.
                        Dalam tahap permulaan, siswa dilatih untuk mendengarkan dan menirukan. Kegiatan ini dilakukan oleh guru, ketika memperkenalkan kata-kata atau pola kalimat yang baru, atau dalam waktu yang sengaja dikhususkan untuk latihan menyimak. Latihan menirukan ini difokuskan pada bunyi-bunyi bahasa yang asing bagi siswa, yaitu bunyi-bunyi ((ث, ح, خ, ذ, ش, ص, ض, ط, ظ juga pada pengucapan vokal panjang dan pendek, bersyiddah dan tidak  bersyiddah, dan fitur-fitur lain yang tidak dikenal dalam bahasa Indonesia.
Beberapa contoh:
1.      Latihan pengucapan bunyi (( ق
      guru mengucapkan                                          siswa menirukan
                  قلم                                                                     قلم        
                  قمر                                                                    قمر
                  قدم                                                                     قدم
2.      Latihan pengucapan vokal panjang dan pendek
                  Guru                                                                Siswa                           بارد                                                             بارد
                  بريد                                                                   بريد
                  سالم                                                                   سالم
                  سليم                                                                   سليم      
3)      Latihan mendengar dan membaca
                        Guru memperdengarkan materi bacaan yang sudah direkam dan siswa membaca teks (dalah hati) mengikuti materi yang diperdengarkan. Pada tingkat permulaan, perbendaharaan kata-kata yang dimiliki siswa masih terbatas. Oleh karena itu, harus dipilihkan bahan yang pendek-pendek, mungkin berupa percakapan sehari-hari atau ungkapan-ungkapan sederhana yang tidak terlalu kompleks.
4)      Latihan mendengarkan dan memahami
                        Tahap selanjutnya, setelah siswa mengenal bunyi-bunyi bahasa dan dapat mengucapkannya, latihan menyimak bertujuan agar siswa mampu memahami bentuk dan makna dari apa yang didengarnya itu. Latihan mendengarkan untuk pemahaman ini bertingkat-tingkat dan dapat dilakukan dengan beragai macam teknik, antara lain:
a)      Latihan mendengar dan melihat
          Guru memperdengarkan materi yang sudah direkam, dan pada waktu yang sama memperlihatkan rangkaian gambar yang mencerminkan arti dan isi materi yang didengar oleh siswa tadi. Gambar-gambar tersebut bisa berupa film-strip, slide, gambar dinding dan sebagainya. Siswa mulai mengaitkan bunyi kata dengan maknanya. Pada level yang cukup tinggi kegiatan ini dilakukan dengan melihat langsung film asli dan tayangan-tayangan lain dari televisi.
b)      Latihan mendengarkan dan memperagakan
          Dalam hal ini, siswa diminta melakukan gerakan atau tindakan non verbal sebagai jawaban terhadap stimulus yang diperdengarkan oleh guru. kegiatan ini tidak terbatas pada ungkapan sehari-hari yang digunakan guru dalam kelas seperti:
 اقرأ – اجلس – اكتبوا – امسح السبورة
Tetapi juga kegiatan-kegiatan yang berlaku di luar kelas yang dapat didemonstrasikan, seperti:
تبكي فاطمة – يضحك فريد – السائق يقود السيارة – الخادم يكنس البلاط
c)      Latihan mendengarkan dan memperoleh informasi
          Pada akhirnya, mendengarkan sesuatu adalah untuk memperoleh informasi. Informasi itu mungkin tersurat/eksplisit, dinyatakan secara jelas. Tetapi mungkin juga tersirat/implisit, yang memerlukan banyak pengamatan dan penalaran lebih jauh. Untuk mendapatkan informasi yang akurat, seorang penyimak harus pandai-pandai memilih dan memilah, dalam arti mengingat dan memperhatikan apa yang penting dan mengabaikan apa yang tidak penting, kemudian mengambil kesimpulan.
          Adapun teknik dalam pembelajaran ketrampilan menyimak menurut Munir (dalam Mujib, 2012) adalah sebagai berikut:
a.       At-taqdim
                At-taqdim adalah tahapan yang dilalui oleh seorang guru bahasa Arab dalam menyampaikan materi. Teknik ini menekankan pada aspek melafalkan bunyi huruf secara fasih, baik dari aspek makhraj maupun sifat, baik bunyi huruf hidup mmaupun mati, deenan gaya pengungkapan huruf secara tepat.
b.      Al-Muhakah wat Tikrar
                Al-Muhakah wat Tikrar  adalah tahapan dimana seorang guru bahasa Arab melaatih istima’ dengan cara menyampaikan ungkapan-ungkapan bunyi huruf,  lalu diikuti oleh semua peserta didik.
c.       At-Tamayyuz
                Tahap ini pada dasarnya merupakan bentuk detail dari tahap sebelummnya, yaitu tahap pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek memahami karakteristik bunyi huruf secara baik.
d.      Al-Isti’mal
                Dalam jurnal Pemiikiran Alternatif Kepndidikan, terdapat tu;isan berjudul “Pendekatan dan Srategi Pembelajaran  Bahasa Arab”. Tulisan ini menjelaskan bahwa masih ada strategi alternative yang dapat diguakan dalam pembelajaran keterampilan ashwat dan mendengar, diantaranya adalah dengar-ulang-ucap, dengar – tulis, dan dengar-kerjakan.
D.    Strategi pembelajaran menyimak (Istima’)
            Dalam kegiatan belajar mengajar, strategi merupakan proses penentuan rencana yang berfokus pada tujuan disertai penyusunan suatu cara agar tujuan tersebut dapat dicapai. (Khanifatul, 2014)
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran menyimak. (Mujib, 2012)
1)      Strategi 1
      Strategi ini bertujuan melatih kemampuan siswa dalam mendengarkan dan memahami isi bacaan secara global. Dalam strategi ini, dibutuhkan rekaman bacaan dan potongan-potongan teks untuk dibagikan kepada siswa. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.       Bagikan potongan-Potongan teks yang dilengkapi dengan alternative jawaban benar atau salah (B/S).
b.      Pendengarkan bacaan lewat kaset atau CD kepada para siswa yang ditugaskan untuk menangkap isi bacaan secara umum.
c.       Setelah bacaan selesai, para siswa diminta membaca pertanyan-pertanyaan yang telah dibagikan, kemudian memberikan jawaban benar atau salah terhadap pernyataan tersebut sesuai dengan isi bacaan yang didengar, berarti benar jawabannya. Jika tidak sesuai maka jawabannya salah.
d.      Mintalah masing-masing siswa untuk menyampaikan jawaban.
e.       Perdengarkanlah sekali lagi kaset tersebut agar masing-masing siswa dapat mencocokkan kembali jawaban yang telah ditulisnya.
f.       Berikan klarrifikasi terhadap semua jawaban tersebut agar siswa mengetahui benar atu tidaknya jawaban mereka.
2)      Strategi 2
            Strategi ini lebih menekankan pada aspek kemampuan memahami isi bacaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mengiringi setiap bacaan tersebut. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.       Perdengarkan teks yang sudah direkam dalam kaset maupun CD.
b.      Mintalah semua siswa untuk mendengarkan dan mencatat hal-hal yang penting.
c.       Mintalah semua siswa untuk menjawab soal-soal yang disampaikan di akhir bacaan tersebut. jawaban dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis.
d.      Berikan klarifikasi terhadap semua jawaban siswa.

3)      Strategi 3
            Strategi ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kemampuan isi bacaan, tetapi juga terhadap kemampuan mengungkapkan kembali sesuatu yang sudah didengar dengan bahasa sendiri. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a.       Perdengarkan teks yang sudah direkam dalam kaset atau CD.
b.      Tugaskan siswa untuk mencatat kata-kata kunci sambil mendengarkannya.
c.       Setelah selesai, para siswa diminta untuk mengungkapkan kembali isi bacaan tersebut dalam bentuk lisan atau tulisan.
d.      Mintalah setiap siswa untuk menyampaikan (mempresentasikan) hasilnya secara bergantian.
e.       Berikan klarifikasi terhadap hasil kerja siswa untuk memberikan penguatan terhadap peemahaman siswa.

E.     Contoh permainan untuk meningkatkan keterampilan menyimak (Istima’)
1.      Pensil Perkenalan
a.       Tujuan
Permainan ini bertujuan mengingat pesan dan meningkatkan daya simak.
b.      Alat yan Diperlukan
Alat yang diperlukan dalam permainan ini adalah pensil.
c.        Cara Bermain
Siswa diatur untuk duduk melingkar. Berikan pensil kepada salah satu suswa, dan suruh ia untuk memperkenalan diri (menyebut nama dan alamat rumahnya ). Setelah itu, guru mengambil dan melemparkan pensil pertanyaan ini kepada siswa berikutnya. Siswa ini bertugas menyebutkan nama dan alamat siswa yan memegang pensil sebelumnya. Ia juga harus menyebutkan nama dan alamat dirinya sendiri. Seluruh siswa harus menyimak apa pun yang dikatakan oleh temannya, karena guru bebas untuk menunjukkan siapa saja.

2.      Dengarkan dan Bedakan
a.       Tujuan
Melatih siswa mendengarkan ddan membedakan kalimat yang hampir sama.
b.      Alat yang Diperlukan
Alat yang digunakan dalam permainan ini antara lain rekaman tape recorder atau suara guru dan lembar kerja siswa.
c.       Cara Bermain
1)      Berilah setiap siswa satu lembar soal.
2)      Dengarkan bacaan melaui tape recorder beberapa kali, misalnya tiga kali putanan.
3)      Mintalah agar setiap siswa duduk di setiap kelas melingkari yang tepat.
4)      Guru memperdengarkan kalimat-kalimat.

3.      Bisik berantai
A.    Tujuan permainan
untuk melatih keterampilan mendengar dan menyimak siswa.
B.     Alat yang digunakan
kalimat atau pesan—pesan singkat yang dibisikkan oleh guru.
C.      Cara Bermain
1.      Buatlah siswa menjadi dua atau tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 6-7 siswa.
2.      Atur siswa agar berdiri dan berbaris lurus ke belakang. Guru membisikkan kata atau kalimat tertentu yang berupa pesan kepada siswa terdepan dar masing-masing kelompok dan siswa tersebut membisikkan kepada kawan berikutnya, yang berbaris dibelakangya. Dan siswa paling terakhir menjawab bisikan dan harus mencatat isi pesan di dinding atau papan tulis.
3.      Guru membandinngkan hasil setiap kelompok dan menentukan regu yang berhasil menangkap pesan dengar benar. Kelompok yang tercepat dan menulis pesan dengan benar adalah pemenangnya. Sedangkan kelompok yang paling lambat dan banyak melakukan kesalahan mendapatkan hukuman.

4.      Dengar dan rebut kata
a.       Tujuan
Tujuan dari permainan ini adalahuntuk melatih kemampuan siswa dalam mendengar.
b.      Alat yang diperlukan
Lagu dalam kaset atau CD, bacaan yang disetel lewat llaptop, dan sound system.
c.       Cara bermain
1.      Bagilah siswa menjadi dua tim.
2.      Berilah nama kedua tim tersebut, atau mereka membuat nama untuk tim sendiri.
3.      Menulis nama tim pada sisi papan berdampingan.
4.      Pilih lagu atau bacaan yang belum pernah di dengar oleh siswa sebelumnya.
5.      Pilih 10-15 potongan kosakata dari lagu dan tulislah pada lembar kertas secara terpisah.
6.      Setiap kata ditempel di papan dengan lem yang dapat dilepas.
7.      Taruh masing-masing tim di baris sebelum papan.
8.      Memutar lagu. Kedua siswa di depan garis mendengar kata dalam lagu, kemudian mereka harus berlomba untuk mengambil kata itu dari papan.
9.      Tim dengan katakata yang palng banyak adalah menang.
Text Box: رحيمText Box: طول زنText Box: تعطني                                   

Text Box: تضيع Text Box: الي انا
Text Box: بغير حد
Text Box: كمثلى الشمس
Text Box: لا ترجو

تر











Text Box: جزاء
Text Box: الامي
Text Box: فقد Text Box: هذه الدنو
 













BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
            Menyimak (istima’) adalah proses menerima sekumpulan bunyi kosakata atau kalimat yang memiliki makna terkait dengan kata sebelumnya dalam topik tertentu. Tujuan menyimak dapat dibedakan menjadi dua aspek yaitu persepsi dan resepsi. Sedangkan tujuan pembelajaran menyimak dibagi menjadi dua yaitu menyimak umum dan menyimak kritis.
            Menurut Effendy (2012) ada beberapa tahap-tahap latihan menyimak yaitu latihan pengenalan (identifikasi), latihan mendengarkan dan menirukan, latihan mendengar dan membaca, latihan mendengarkan dan memahami, latihan mendengar dan melihat, latihan mendengarkan dan memperagakan, dan latihan mendengarkan dan memperoleh informasi.    Adapun teknik dalam pembelajaran ketrampilan menyimak menurut Munir (dalam Mujib, 2012) yaitu At-taqdim, Al-Muhakah wat Tikrar, At-Tamayyuz, dan Al-Isti’mal.
            Contoh permainan untuk meningkatkan keterampilan menyimak (Istima’) antara lain Pensil Perkenalan, Dengarkan dan Bedakan, Bisik berantai, dan Dengar dan Rebut Kata.

           



DAFTAR PUSTAKA

Effendi, Ahmad Fuad. 2012. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Malang: Misykat.
Iskandarwassid dan Dadang Suhendar. 2013. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosda.
Khanifatul. 2014. Pembelajaran Inovatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Mujib, Fathul dan Nailur Rahmawati. 2012. Permainan Edukatif Pendukung Pembelajaran Bahasa Arab (2). Jogjakarta: Diva Press.


No comments:

Post a Comment